Perkuat Ketahanan Produktif, Kemnaker Dorong Hubungan Industrial Pancasila.

SURABAYA, Sahabatjatim.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mendorong penguatan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam hubungan industrial.

Salah satunya melalui program peningkatan ketrampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling) bagi pencari kerja maupun pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan dunia usaha guna menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif, produktif, dan berdaya saing.

Salah satu bentuk kolaborasi itu diwujudkan melalui kegiatan Sinergi Pilar Bangsa: Praktik Baik Hubungan Industrial Pancasila yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan bersama PT HM Sampoerna Tbk. di Plant Rungkut 1, Surabaya.

Kegiatan tersebut dihadiri secara daring oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dan diikuti sekitar 200 peserta secara langsung serta 1.000 peserta lainnya secara daring.

Dalam sambutannya, Menaker Yassierli menegaskan, Hubungan Industrial Pancasila merupakan sistem hubungan kerja yang menempatkan pekerja, pengusaha, dan pemerintah sebagai mitra strategis yang saling membutuhkan, berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Acara seperti ini penting menjadi contoh bagi dunia industri tentang bagaimana sinergi antara pemerintah, industri, dan pekerja dibangun secara kuat,” ujar Yassierli, Selasa (30/6/2026).

Lebih lanjut, Yassierli menjelaskan bahwa Kemnaker saat ini tengah mengembangkan kerangka maturitas hubungan industrial. Hal ini untuk mendorong transformasi hubungan kerja dari sekadar kepatuhan terhadap regulasi menjadi hubungan yang kolaboratif, produktif, dan transformatif.

“Pada level transformatif, perusahaan dan pekerja memiliki visi yang lebih luas untuk bersama-sama membangun ketahanan industri dan memperkuat Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurnia menyoroti komitmen HM Sampoerna dalam memberikan kesempatan kerja bagi pekerja perempuan, termasuk mereka yang berusia di atas 50 tahun.

“Tidak banyak tempat kerja yang masih memberi kesempatan kepada perempuan usia di atas 50 tahun untuk tetap bekerja. Sampoerna memberi ruang itu,” ujar Indah.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Rianto Probo Hartono menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan.

“Pengalaman kami menunjukkan bahwa membangun usaha bukan hanya soal pertumbuhan, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai dijalankan secara konsisten dalam setiap proses,” ujarnya.

Rianto menambahkan, hubungan industrial yang kuat tidak terbentuk secara instan, melainkan tumbuh melalui kepercayaan, dialog, dan kolaborasi yang dibangun secara berkelanjutan.

“Kami percaya kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memperkuat praktik hubungan industrial yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, sekaligus menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif dan berdaya saing,” kata Rianto.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan peluncuran buku Hubungan Industrial Pancasila Berdasarkan Falsafah Tiga Tangan. Buku ini memuat praktik-praktik baik penerapan nilai-nilai Pancasila dalam hubungan industrial, termasuk pengalaman yang dijalankan di lingkungan Sampoerna.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *